Jumat, 14 Desember 2012

TUGAS UAS



I.     Jelaskan pengertian Sumber Belajar yang dikutip, minimal 5 pendapat para ahli, kemudian dikemas menjadi pendapat saudara sendiri.

II. Jelaskan perbedaan Sumber Belajar dengan Bahan ajar dan uraikan beserta contohnya.

III. Secara skematik prosedur merancang sumber belajar mengikuti langkah sebagai berikut :

Description: sumber belajar1
Jelaskan ke-6 langkah tersebut?

IV. Buatlah Rencana Pembelajaran / RPP dalam persiapan mengajar saudara dalam kelas, yang disesuaikan dengan kondisi kelas, letak geografis, keterbatasan sarana dan lain-lain, dengan melibatkan sumber belajar secara optimal?

V. Jika saudara menjadi pemangku kebijakan dibidang pendidikan di Kota Serang, program apakah yang akan saudara lakukan terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi pada pengembangan sumber belajar?


JAWABAN :

I.    Pengertian sumber belajar dari para ahli diantaranya:

a.  Menurut Edgan Dale  ( dalam Sudjana ,2005) sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.

b.  Menurut Associaton Education Communication and technology AECT  dalam Suratno(2007),  sumber belajar  adalah berbagai atau semua sumber  baik berupa data , orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar. Sumber belajar meliputi semua sumber yang dapat digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informasi untuk memberikan fasilitas belajar. Sumber itu meliputi pesan ,orang, bahan, peralatan, teknik dan tata tempat.

c..  Sujana dalam  Suratno(2007),  menuliskan bahwa pengertian sumber belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahkan pada bahan-bahan letak. Sedangkan secara luas adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

d.   Menurut Feripal dan Elinghton( 1988:124 ) memberikan batasan bahwa sumber belajar adalah “ Satu set bahan atau situasi belajar dengan sengaja diciptakan agar siswa secara individual dapat belajar “

e.    Menurut  Sadiman ( 1989 ) Sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan dan memudahkan terjadinya proses sumber belajar .Jadi , dari pengertian ini sumber  itu dapat berupa manusia maupun non manusia atau juga sumber  belajar yang dirancang maupun yang d manfaatkan.

Kesimpulan Pribadi :

Dari beberapa pendapat para ahli diatas , maka saya  berpendapat dan menyimpulkan bahwa sumber belajar (learning resources) adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan atau digunakan seseorang atau peserta didik untuk memfasilitasi segala kegiatan belajar, baik itu secara terpisah maupun secara terkombinasi atau beragam agar dapat mempermudah seseorang dalam mencapai tujuan belajar yang diinginkan. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan menampilkan kompetensinya.
Keberadaan sumber belajar akan menjadi lebih bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar  diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkan sumber belajar tersebut. Jika tidak, maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa. Jadi,untuk mendapatkan gairah siswa dalam belajar, siswa perlu di beri kesempatan untuk mencari data dari berbagai sumber agar dapat belajar  dengan sebaik-baiknya.


II.      Jelaskan Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar  dan uraikan berikut contohnya!
   Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar
a.    Sumber Belajar  adalah berbagai atau semua sumber  baik berupa data , orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar. Informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa atupun guru.
Contoh  :
(1) pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya (2) orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; (3) bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; (4) alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; (5) pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan (6) lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
b.   Bahan Ajar yaitu  :
 bagian dari sumber belajar, dimana bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan ajar atau teaching- material, terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan
Contoh  :
1.      Buku, Modul, Media cetak (untuk yang tertulis )
2.      Perlengkapan Praktek di Laboratorium/lapangan  berupa gelas ukur, mikroskop, lapangan, gawang, bola, dll ( untuk yang tidak tertulis ).

III. Penjelasan Prosedur Merancang Sumber Belajar

a.    Langkah 1: Mempelajari kurikulum
Guru memahami kurikulum yang akan diajarkan kepada peserta didik, kemudian menentukan dan menetapkan kompetensi yang hendak dicapai siswa. Memilih dan menentukan materi yang akan diajarkan kepada siswa disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan tempat belajar.
b.    Langkah 2 : Menetapkan kompetensi siswa yang hendak dicapai

Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji berbagai persoalan yang terkait dengan perancangan sumber belajar di sekolah berdsarkan tuntutan karakteristik setiap mata pelajaran dalam kurikulum berbasis kompetensi, baik dari sisi kompetensi yang harus dimiliki, maupun dari segi materi ataupun bahan yang akan disampaikan kepada anak didik. Disamping itu, analisis kebutuhan didasarkan atas masukan-masukan dari para pengelola dan pelaksana pembelajaran meliputi: kepala sekolah, pengawas, guru dan siswa.

c.    Langkah 3 :  Memilih dan menentukan materi yang akan disajikan
Analisis difokuskan kepada kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam merancang sumber belajar, termasuk kemampuan-kemampuan yang dipersyaratkan berkenaan dengan merancang sumber belajar.

d.    Langkah 4 : Memilih dan menentukan jenis dan sumber belajar
Berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah menetapkan sumber belajar yang akan digunakan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengkaji berbagai teori dan hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan, kemudian menyusun konsep dan konstruknya, aplikasi, serta implementasinya. Konsep dan konstruk yang telah tersusun, akan dijadikan rujukan dalam menetapkan sumber belajar.

e.    Langkah 5 : Mengembangan sumber belajar
Pengembangan sumber belajar ini, dilakukan dengan cara mengkaji dan meneliti berbagai masukan yang berasal dari penetapan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran. Selanjutnya hasil dari pengembangan tersebut, dapat dijadikan bahan bagi kegiatan revisi pengggunaan sumber belajar. Hasil revisi ini, kemudian menjadi rujukan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

f.     Langkah 6 : Mengevaluasi sumber belajar
Kegiatan ini melihat kriteria keberhasilan dalam merancang sumber belajar dan mengevaluasi pelaksanaan penggunaan sumber belajar. Dengan evaluasi, kita dapat mengamati kekurangan-kekurangan sumber belajar yang kita gunakan, sehingga ada perbaikan untuk menyiapkan sumber belajar yang lebih baik, yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan.

IV.       Contoh  Rencana Pembelajaran / RPP dalam persiapan mengajar dalam kelas, yang disesuaikan dengan kondisi kelas, letak geografis, keterbatasan sarana dan lain-lain, dengan melibatkan sumber belajar secara optimal.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah                             :   SDIT AL IZZAH SERANG
Mata Pelajaran                :   Matematika
Kelas/Semester              :   V/ 2
Pertemuan Ke                 :   1-4
Alokasi Waktu                 :   8 x 35 Menit

A.   Standar  Kompetensi :          
5.   Menggunakan Pecahan dalam pemecahan masalah

B.   Kompetensi Dasar      
5.1  Mengubah pecahan kebentuk persen dan desimal serta sebaliknya

C.   Tujuan Pembelajaran**          
Peserta didik dapat :
§  Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Persen
§  Mengubah pecahan Biasa menjadi desimal

v  Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ),
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
 Tekun ( diligence )  dan  Tanggung jawab
( responsibility )

D.   Materi Ajar         
Operasi penjumlahan dan pengurangan 
§  Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Persen dan Sebaliknya
§  Mengubah pecahan Biasa menjadi desimal dan sebaliknya

E.   Metode Pembelajaran
Tanya Jawab, Deduktif, latihan, Ekspositori

F.    Langkah-langkah Pembelajaran     
  Pertemuan ke 1-2
§  Kegiatan awal
-      Apresepsi/ Motivasi
-      Menceritakan tentang kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan persen ( diskon harga dll). Siswa diminta menceritakan pengalaman pribadinya yang berhubungan dengan persen, diskusi kelas dengan membahas beberapa kasus sampai kesimpulan didapat.
§  Kegiatan Inti
&    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Peserta didik dapat Mengubah pecahan kebentuk persen dan desimal serta sebaliknya
&   Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Siswa diminta menceritakan pengalaman pribadinya yang berhubungan dengan persen, diskusi kelas dengan membahas beberapa kasus sampai kesimpulan didapat.
F Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan rumus cara mencari persen dari kuantitas dan mencari kuantitas dari persen dari contoh-contoh yang telah diberikan oleh siswa.
F Guru menguji keterampilan siswa dalam menentukan persen dan kuantitas dalam soal cerita maupun soal isian.
&   Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
§  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Guru mengulang kembali kegiatan yang telah dilakukan memberikan kesimpulan kemudian memberikan  pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

  Pertemuan ke 3-4
§  Kegiatan awal
-      Apresepsi/ Motivasi
-      Mengingatkan kembali macam-macam pecahan yang mereka ketahui atau yang telah mereka pelajari pada kelas sebelumnya. Menjelaskan bahwa ada banyak pecahan yang akan di pelajari pada pertemuan ini seperti persen dan desimal.
§  Kegiatan Inti
&    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian persen dan pecahan desimal serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
&   Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Guru dan siswa bersama-sama mencari cara mengubah pecahan biasa ke persen maupun ke desimal ataupun sebaliknya mengubah persen dan pecahan desimal ke pecahan biasa, siswa diberi permasalahan guru memberikan arahan untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
F Menjelaskan tanda-tanda ketaksamaan seperti >, < dan = untuk membandingkan dua buah pecahan yang berbeda jenis.
F Guru menguji keterampilan  dan kemampuan siswa dalam mengubah pecahan biasa ke persen dan desimal dalam soal latihan.
&   Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
§  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Guru mengulang kembali kegiatan yang telah dilakukan memberikan kesimpulan kemudian memberikan  pekerjaan rumah .

G.   Alat/Bahan dan Sumber Belajar
§  Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 .
§  Matematika SD untuk Kelas V  5 B Esis
§  Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5

H.   Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal dan kunci jawaban
o  Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Persen

o  Mengubah pecahan Biasa menjadi desimal

Tugas Indvidu

Isian

o  Jumlah siswa kelas v adalah 40 orang. Sebanyak 15 orang adalah siswa laki-laki dan sisanya adalah perempuan. Berapa persenkah jumlah siswa laki-laki?
o  Seorang pedagang buah mangga memiliki 60 kg mangga. Sebanyak 70 %nya telah terjual berapa kg buah mangga yang talah terjual itu?
o  20 % dari 8000 adalah………………..
o  35 % dari 10000 adalah……….
o  Ubahlah ke dalam bentuk % dan pecahan desimal!
    i.        = …………..
   ii.        = ………..
o  Ubalah ke bentuk pecahan biasa yang paling sederhana!
a. 45 % =…….     
b. 46%  = ……                 
c. 34 % =…….
o  Ubahlah kebentuk pecahan biasa yang paling sederhana!
a.   0,6        b.   0,78             
c.   0,340


Format Kriteria Penilaian      
&  Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

&  Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Pengetahuan



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

 Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.






 
 CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.


                                                                               Serang,  5 Januari 2013
        Mengetahui                                                                             
        Kepala Sekolah                                            Guru Mapel Matematika

HJ. DAHLIA KEMALASARI, S.Pd              AZ NIKEN C. KUSUMANINGTYAS, S.Pi



V.     Program yang akan  saya lakukan jika saya menjadi pemangku kebijakan dibidang   pendidikan di Kota Serang, terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi pada pengembangan sumber belajar, adalah :

Pertama :
Saya akan melihat visi dan misi pendidikan nasional sesuai dengan yang tercantum dalam  pasal 1 no 20 Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa :pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.
Dari apa yang terdapat dalam Undang-Undang RI tentang Sisdiknas tersebut jelaslah bahwa sumber belajar, di samping pendidik, mutlak diperlukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran hanya akan berlangsung apabila terdapat interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dan pendidik.
Dengan kata lain tanpa sumber belajar maka pembelajaran tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan optimal, karena tidaklah mencukupi untuk mewujudkan pembelajaran bila interaksi yang terjadi hanya antara peserta didik dengan pendidik saja.
Yang sangat diperlukan dari pendidik terutama adalah perannya dalam memberikan motivasi, arahan, bimbingan, konseling, dan kemudahan (fasilitasi) bagi berlangsungnya proses belajar dan pembelajaran yang dialami oleh peserta didik dalam keseluruhan proses belajarnya.
Kedua,  melakukan sosialisasi, menyamakan persepsi di seluruh unsur pendidik, tenaga kependidikan dan masyarakat terkait, bahwa pemanfaatan sumber belajar yang optimal akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Untuk itu perlu diadakan work shop/ In House Training atau bentuk pertemuan lain yang membahas  kondisi dan peta sekolah yang ada di Kota Serang.
Ketiga, membuat kebijakan berupa aturan tertulis mengenai kewajiban pemenuhan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, terutama terkait sumber belajar. Misalnya : Sekolah wajib mempunyai perpustakaan yang memadai sebagai salah satu sumber belajar, mempunyai lingkungan yang berfungsi sebagai sumber belajar yang nyaman, pembelajaran yang menggunakan aneka sumber belajar dengan ICT yang memadai) sehingga tidak terjadi kesenjangan antara pembelajaran verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit. Untuk itu perlu dibentuk team dengan mengoptimalkan kerja pejabat yang ada seperti pengawas,  dengan melibatkan komite sekolah/ Dewan Sekolah.
Keempat, melakukan evaluasi secara berkala tiap semester, dengan memberikan reward kepada peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan yang berprestasi, serta dipublikasikan, tentunya dengan cara yang baik dan elegan. Misalnya dengan pemberian penghargaan serta percepatan sertifikasi bagi pendidik, dan pemberian penghargaan serta kenaikan atau jabatan bagi tenaga kependidikan.

ALHAMDULILLAHIRABBIL’ALAMIIN…………..Semoga bermanfaat dan memberi keberkahan bagi semua>>>>>>>>>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar