Minggu, 16 Desember 2012

JAWABAN SOAL UAS 16 DES 2012


NAMA : AZ NIKEN C. KUSUMANINGTYAS
NPM   : 5520110117
BIDANG STUDI : MATEMATIKA
LOKASI : PERKOTAAN

SOAL UAS PASCASARJANA TP UIA :
Jika anda seorang guru professional yang akan melakukan misi pembelajaran di sebuah sekolah SD di perkotaan, tahapan apa yang akan anda lakukan agar siswa belajar penuh semangat mengikuti pembelajaran yang anda lakukan dengan mengacu pada Teori yang sudah dipelajari, dan anda dalam  tersebut, selalu melibatkan Media Pembelajaran. Jelaskan dengan anda sebagai guru bidang studi tersebut.

JAWABAN SAYA :
Sebagai guru profesional, dalam persiapan dan pelaksanaan pengajaran /pembelajaran mata pelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar,  saya akan menerapkan strategi pembelajaran/pengajaran, sesuai dengan tujuan yang diharapkan  dalam tujuan pembelajaran (standar kompetensi dan kompetensinya dasarnya). Komponen-komponen yang harus diperhatikan dalam menetapkan strategi pengajaran antara lain:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku dan kepribadian peserta didik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
  2. Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar
  3. Memilih prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan dalam kegiatan pembelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar.
  4. Penetapan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan pembelajaran.
Dalam implementasinya tiga komponen tersebut meliputi perencanaan pengajaran, pelaksanaan pengajaran dan evaluasi pengajaran. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai kriteria yang sesuai dengan paradigma baru pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, and learning to life together..
I.          Perencanaan Pembelajaran
Agar kegiatan belajar dan pembelajaran terarah dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, saya harus merencanakan kegiatan belajar dan pembelajaran yang akan diselenggarakan dengan seksama. Perencanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka..
Secara administratif rencana ini dituangkan ke dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Secara sederhana RPP ini dapat diumpamakan sebagai sebuah skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh seorang guru dalam interval waktu yang telah ditentukan. RPP ini akan dijadikan pegangan guru dalam menyiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar dan pembelajaran yang diselenggarakannya bagi siswa.
Dalam pengembangan KTSP, rencana pelaksanaan pembelajaran harus disusun secara sistemik dan sistematis, utuh dan menyeluruh. RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran secara praktis dapat disebut sebagai skenario pembelajaran. Dengan demikian RPP merupakan pegangan bagi guru untuk menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi hasil kegiatan belajar dan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali  pertemuan atau lebih.


II.         Pelaksanaan Pembelajaran
Setelah segala sesuatunya disiapkan, dengan berpegang kepada RPP,  saya akan menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran. Dalam kegiatan ini pertanyaan yang harus diajukan oleh guru kepada dirinya sendiri adalah bukan hanya apa materi yang harus dipelajari oleh siswa, tetapi juga bagaimana cara yang terbaik siswa mempelajari materi tersebut. Terkait dengan pertanyaan terakhirlah guru diharapkan kehadirannya dalam kelas. Dengan berpegang kepada prinsip ini maka akan tercipta suasana belajar dan pembelajaran yang kondusif bagi terciptanya hasil belajar yang yang sesuai dengan pola dan cita-cita siswa, meningkatkan motivasi serta ketercapaian kurikulum. Dengan demikian upaya pendidikan untuk menjadikan siswa sebagai manusia seutuhnya akan tercapai melalui kegiatan belajar dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru.
Pelaksanaan pembelajaran ini meliputi penggunaan bahan, metode, media/alat, dan sumber pembelajaran sebagai implementasi dari pelaksanaan pembelajaran. Adapun perinciannya sebagai berikut:
Pertama, penggunaan  bahan pembelajaran.
Bahan adalah “substansi yang akan disampaikan dalam proses interaksi edukatif. Tanpa bahan pelajaran proses interaksi edukatif tidak akan berjalan.” Karena itu, saya sebagai guru yang akan mengajar pasti mempelajari dan mempersiapkan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada anak didik.
Bahan atau materi merupakan medium untuk mencapai tujuan pengajaran yang “dikonsumsi” oleh peserta didik. Bahan ajar merupakan materi yang terus berkembang secara dinamis seiring dengan kemajuan dan tuntutan perkembangan masyarakat. Bahan ajar yang diterima anak didik harus mampu merespon setiap perubahan dan mengantisipasi setiap perkembangan yang akan terjadi di masa depan.
Bahan pelajaran adalah “isi yang diberikan kepada siswa pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Melalui bahan pelajaran ini siswa diantarkan kepada tujuan pengajaran.” Dengan perkataan lain tujuan yang akan dicapai siswa diwarnai dan dibentuk oleh bahan pelajaran atau bidang studi yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang digunakannya.
Kedua; metode pengajaran.
Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk pembelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar, diantaranya :
a.     Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.
Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa. Contoh : dalam melakukan penghitungan bilangan 1-20, sisa menghitung dengan benda yang sebenarnya, bisa pensil, buku, atau sendok..
b.        Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Contoh : untuk mengerjakan soal cerita : siswa mempergunakan benda untuk memperjelas konsep kepada siswa.

Ketiga, media pengajaran (alat bantu). Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan, media tidak hanya sebagai pelengkap tetapi juga sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan. Media pembelajaran adalah segala alat yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Media yang bisa digunakan untuk pembelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar misalnya kartu angka, sendok, pensil, papan angka, dll.

Keempat, sumber pembelajaran.
Sumber belajar adalah bahan-bahan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk membantu guru maupun siswa dalam upaya mencapai tujuan. Dengan kata lain, sumber belajar adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media pembelajaran elektronik, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.

III.    Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang sejauh mana keberhasilan anak didik dalam belajar dan keberhasilan guru dalam mengajar. Evaluasi pengajaran adalah penilaian/penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik ke arah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam hukum. Evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran.
Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai siswa. Kriteria keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan program pembelajaran dilihat dari kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa. Evaluasi akan memberikan informasi tingkat pencapaian belajar siswa.
Berdasarkan pengertian di atas, tujuan evaluasi pembelajaran antara lain adalah untuk mendapat data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler/pembelajaran. Jadi tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk melihat hasil belajar peserta didik.
Pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh guru dengan memakai seperangkat instrumen penggali data seperti tes perbuatan, tes tertulis, dan tes lisan. Syarat-syarat umum yang harus dipenuhi dalam mengadakan kegiatan evaluasi dalam proses pendidikan adalah: 1) Kesahihan (validitas), 2) Keterandalan, 3) Kepraktisan.
Pelaksanaan evaluasi mempunyai manfaat sangat besar. Manfaat ini dapat ditinjau dari pelaksanaannya. Adapun jenis evaluasi serta manfaatnya adalah sebagai berikut:
  1. Evaluasi Formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan setiap kali selesai dipelajari suatu unit pelajaran tertentu. Manfaatnya sebagai alat penilai proses pembelajaran suatu unit materi pembelajaran tertentu.
  2. Evaluasi Sumatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir pembelajaran suatu program atau sejumlah unit pelajaran tertentu. Evaluasi ini mempunyai manfaat untuk menilai hasil pencapaian siswa terhadap tujuan suatu program pelajaran dalam suatu periode tertentu, seperti semester atau akhir tahun pelajaran.
  3. Evaluasi Diagnostik, yaitu evaluasi yang dilaksanakan sebagai sarana diagnosis. Evaluasi ini bermanfaat untuk meneliti atau mencari sebab kegagalan pembelajaran atau di mana letak kelemahan siswa dalam mempelajari suatu atau sejumlah unit pelajaran tertentu.
  4. Evaluasi Penempatan, yaitu evaluasi yang dilaksanakan untuk menempatkan siswa dalam suatu program pendidikan atau jurusan yang sesuai dengan kemampuan (baik potensial maupun lokal) dan minatnya. Evaluasi ini bermanfaat dalam rangka proses penentuan jurusan sekolah.
Evaluasi sebagai alat penilai hasil pencapaian tujuan dalam pembelajaran, evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus. Evaluasi itu lebih dari hanya sekedar untuk menentukan angka keberhasilan belajar, yang paling penting adalah sebagai dasar untuk umpan balik (feedback) dari proses pembelajaran yang dilaksanakan. Oleh karena itu, kemampuan guru menyusun alat dan melaksanakan evaluasi merupakan bagian dari kemampuan menyelenggarakan proses pembelajaran secara keseluruhan.
Dengan memperhatikan strategi pengajaran/pembelajaran dalam mata pelajaran matematika kelas 1, dengan menggunakan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, mudah digunakan, dari segi ekonomis murah, dan bervariasi, maka akan mendorong siswa untuk lebih termotivasi belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap diri siswa.

----------------------------------Alhamdulillah, semoga bermanfaat!----------------------------------


Tidak ada komentar:

Posting Komentar