NAMA
: AZ NIKEN C. KUSUMANINGTYAS
NPM : 5520110117
BIDANG
STUDI : MATEMATIKA
LOKASI
: PERKOTAAN
SOAL UAS PASCASARJANA TP UIA
:
Jika anda seorang guru professional
yang akan melakukan misi pembelajaran di sebuah sekolah SD di perkotaan, tahapan
apa yang akan anda lakukan agar siswa belajar penuh semangat mengikuti pembelajaran
yang anda lakukan dengan mengacu pada Teori yang sudah dipelajari, dan anda
dalam tersebut, selalu melibatkan Media
Pembelajaran. Jelaskan dengan anda sebagai guru bidang studi tersebut.
JAWABAN SAYA :
Sebagai
guru profesional, dalam persiapan dan pelaksanaan pengajaran /pembelajaran mata
pelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar, saya akan menerapkan strategi
pembelajaran/pengajaran, sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran (standar kompetensi
dan kompetensinya dasarnya). Komponen-komponen yang harus diperhatikan dalam
menetapkan strategi pengajaran antara lain:
- Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku dan kepribadian peserta didik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
- Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar
- Memilih prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan dalam kegiatan pembelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar.
- Penetapan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan pembelajaran.
Dalam
implementasinya tiga komponen tersebut meliputi perencanaan pengajaran,
pelaksanaan pengajaran dan evaluasi pengajaran. Hal tersebut dilakukan untuk
mencapai kriteria yang sesuai dengan paradigma baru pendidikan, yaitu learning
to know, learning to do, learning to be, and learning to life together..
I.
Perencanaan Pembelajaran
Agar kegiatan belajar dan
pembelajaran terarah dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, saya
harus merencanakan kegiatan belajar dan pembelajaran yang akan diselenggarakan
dengan seksama. Perencanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran
yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka..
Secara administratif rencana ini
dituangkan ke dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Secara sederhana
RPP ini dapat diumpamakan sebagai sebuah skenario pembelajaran yang akan
dilaksanakan oleh seorang guru dalam interval waktu yang telah ditentukan. RPP
ini akan dijadikan pegangan guru dalam menyiapkan, melaksanakan dan
mengevaluasi kegiatan belajar dan pembelajaran yang diselenggarakannya bagi siswa.
Dalam pengembangan KTSP, rencana
pelaksanaan pembelajaran harus disusun secara sistemik dan sistematis, utuh dan
menyeluruh. RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran secara praktis dapat
disebut sebagai skenario pembelajaran. Dengan demikian RPP merupakan pegangan
bagi guru untuk menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi hasil kegiatan
belajar dan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana
yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai
satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam
silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi
dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1
(satu) kali pertemuan atau lebih.
II.
Pelaksanaan Pembelajaran
Setelah segala sesuatunya disiapkan,
dengan berpegang kepada RPP, saya
akan menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran. Dalam kegiatan ini
pertanyaan yang harus diajukan oleh guru kepada dirinya sendiri adalah bukan
hanya apa materi yang harus dipelajari oleh siswa, tetapi juga bagaimana cara
yang terbaik siswa mempelajari materi tersebut. Terkait dengan pertanyaan
terakhirlah guru diharapkan kehadirannya dalam kelas. Dengan berpegang kepada
prinsip ini maka akan tercipta suasana belajar dan pembelajaran yang kondusif
bagi terciptanya hasil belajar yang yang sesuai dengan pola dan cita-cita siswa,
meningkatkan motivasi serta ketercapaian kurikulum. Dengan demikian upaya
pendidikan untuk menjadikan siswa sebagai manusia seutuhnya akan tercapai
melalui kegiatan belajar dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru.
Pelaksanaan pembelajaran ini
meliputi penggunaan bahan, metode, media/alat, dan sumber pembelajaran sebagai
implementasi dari pelaksanaan pembelajaran. Adapun perinciannya sebagai
berikut:
Pertama,
penggunaan bahan pembelajaran.
Bahan
adalah “substansi yang akan disampaikan dalam proses interaksi edukatif. Tanpa
bahan pelajaran proses interaksi edukatif tidak akan berjalan.” Karena itu, saya
sebagai guru yang akan mengajar pasti mempelajari dan mempersiapkan bahan
pelajaran yang akan disampaikan kepada anak didik.
Bahan
atau materi merupakan medium untuk mencapai tujuan pengajaran yang “dikonsumsi”
oleh peserta didik. Bahan ajar merupakan materi yang terus berkembang secara
dinamis seiring dengan kemajuan dan tuntutan perkembangan masyarakat. Bahan
ajar yang diterima anak didik harus mampu merespon setiap perubahan dan
mengantisipasi setiap perkembangan yang akan terjadi di masa depan.
Bahan
pelajaran adalah “isi yang diberikan kepada siswa pada saat berlangsungnya
proses belajar mengajar. Melalui bahan pelajaran ini siswa diantarkan kepada
tujuan pengajaran.” Dengan perkataan lain tujuan yang akan dicapai siswa
diwarnai dan dibentuk oleh bahan pelajaran atau bidang studi yang diberikan
kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang digunakannya.
Kedua;
metode
pengajaran.
Metode
adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar di kelas sebagai upaya
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ada beberapa metode
yang bisa digunakan untuk pembelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar,
diantaranya :
a. Metode
demonstrasi adalah
cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada
siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang
sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik
yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.
Demonstrasi
akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya
dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya
terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa.
Contoh : dalam melakukan penghitungan bilangan 1-20, sisa menghitung dengan
benda yang sebenarnya, bisa pensil, buku, atau sendok..
b.
Metode pemecahan masalah (problem
solving) adalah
penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa
menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun
masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Contoh : untuk mengerjakan soal cerita : siswa mempergunakan benda untuk memperjelas konsep kepada siswa.
Ketiga, media pengajaran (alat bantu). Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan, media tidak hanya sebagai pelengkap tetapi juga sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan. Media pembelajaran adalah segala alat yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Media yang bisa digunakan untuk pembelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar misalnya kartu angka, sendok, pensil, papan angka, dll.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Contoh : untuk mengerjakan soal cerita : siswa mempergunakan benda untuk memperjelas konsep kepada siswa.
Ketiga, media pengajaran (alat bantu). Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan, media tidak hanya sebagai pelengkap tetapi juga sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan. Media pembelajaran adalah segala alat yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Media yang bisa digunakan untuk pembelajaran matematika kelas 1 Sekolah Dasar misalnya kartu angka, sendok, pensil, papan angka, dll.
Keempat, sumber pembelajaran.
Sumber belajar adalah bahan-bahan
apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk membantu guru maupun siswa dalam upaya
mencapai tujuan. Dengan kata lain, sumber belajar adalah segala sesuatu yang
diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak,
media pembelajaran elektronik, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan
sebagainya.
III. Evaluasi
Pembelajaran
Evaluasi
adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang sejauh mana
keberhasilan anak didik dalam belajar dan keberhasilan guru dalam mengajar.
Evaluasi pengajaran adalah penilaian/penaksiran terhadap pertumbuhan dan
kemajuan peserta didik ke arah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam hukum.
Evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar
dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau
pengukuran belajar dan pembelajaran.
Keberhasilan
proses pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai siswa.
Kriteria keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan program pembelajaran
dilihat dari kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa. Evaluasi akan
memberikan informasi tingkat pencapaian belajar siswa.
Berdasarkan
pengertian di atas, tujuan evaluasi pembelajaran antara lain adalah untuk
mendapat data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan
dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler/pembelajaran.
Jadi tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk melihat hasil belajar peserta
didik.
Pelaksanaan
evaluasi dilakukan oleh guru dengan memakai seperangkat instrumen penggali data
seperti tes perbuatan, tes tertulis, dan tes lisan. Syarat-syarat umum yang
harus dipenuhi dalam mengadakan kegiatan evaluasi dalam proses pendidikan
adalah: 1) Kesahihan (validitas), 2) Keterandalan, 3) Kepraktisan.
Pelaksanaan
evaluasi mempunyai manfaat sangat besar. Manfaat ini dapat ditinjau dari
pelaksanaannya. Adapun jenis evaluasi serta manfaatnya adalah sebagai berikut:
- Evaluasi Formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan setiap kali selesai dipelajari suatu unit pelajaran tertentu. Manfaatnya sebagai alat penilai proses pembelajaran suatu unit materi pembelajaran tertentu.
- Evaluasi Sumatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir pembelajaran suatu program atau sejumlah unit pelajaran tertentu. Evaluasi ini mempunyai manfaat untuk menilai hasil pencapaian siswa terhadap tujuan suatu program pelajaran dalam suatu periode tertentu, seperti semester atau akhir tahun pelajaran.
- Evaluasi Diagnostik, yaitu evaluasi yang dilaksanakan sebagai sarana diagnosis. Evaluasi ini bermanfaat untuk meneliti atau mencari sebab kegagalan pembelajaran atau di mana letak kelemahan siswa dalam mempelajari suatu atau sejumlah unit pelajaran tertentu.
- Evaluasi Penempatan, yaitu evaluasi yang dilaksanakan untuk menempatkan siswa dalam suatu program pendidikan atau jurusan yang sesuai dengan kemampuan (baik potensial maupun lokal) dan minatnya. Evaluasi ini bermanfaat dalam rangka proses penentuan jurusan sekolah.
Evaluasi
sebagai alat penilai hasil pencapaian tujuan dalam pembelajaran, evaluasi harus
dilakukan secara terus-menerus. Evaluasi itu lebih dari hanya sekedar untuk
menentukan angka keberhasilan belajar, yang paling penting adalah sebagai dasar
untuk umpan balik (feedback) dari proses pembelajaran yang dilaksanakan.
Oleh karena itu, kemampuan guru menyusun alat dan melaksanakan evaluasi
merupakan bagian dari kemampuan menyelenggarakan proses pembelajaran secara
keseluruhan.
Dengan
memperhatikan strategi pengajaran/pembelajaran dalam mata pelajaran matematika
kelas 1, dengan menggunakan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, mudah
digunakan, dari segi ekonomis murah, dan bervariasi, maka akan mendorong siswa
untuk lebih termotivasi belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, yang pada
akhirnya berdampak positif terhadap diri siswa.
----------------------------------Alhamdulillah,
semoga bermanfaat!----------------------------------
